Mesin pembuat salju

Prinsip kerja sederhana mesin pembuat salju (snow making machine) (gambar 1) proses pembentukan salju yang paling utama terletak dalam komponen produksi salju yaitu snow making chamber. Snow making chamber tersebut merupakan tempat bertemunya hembusan tekanan tinggi dari udara dan semburan air dari pompa air. Udara pada tekanan tinggi jika bercampur air dapat menyebabkan air berubah menjadi percikan kecil (tiny droplets). Air yang bercampur itu kemudian akan menguap dan secara cepat mendingin sehingga kemudian membentuk kepingan-kepingan salju. Namun proses tersebut dapat terjadi jika temperatur udara sekitar berada dibawah temperatur titik beku air (32˚F).

SMM

Gambar 1. Prinsip kerja snow making chamber

Sumber : Althouse, A.D., Tourquist, C.H., dan Bracciano, A.F. (2004:104)

Iklan

Proses Pembentukan Salju

Proses Pembentukan Salju Secara Alami

Proses awal pembentukan salju berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi, kemudian kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur dimana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.

Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0˚C, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah dari 0˚C.

SALJU

Gambar 2.1. Proses terbentuknya hujan air (atas) dan hujan salju (bawah)

Saat pembentukan hujan salju, biasanya temperatur udara tepat dibawah awan adalah dibawah 0˚C (temperatur udara tergantung di ketinggian diatas permukaan air laut). Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.

Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, yang berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan dan perekat antar uap air sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya untuk membentuk kristal lebih besar.

Apabila temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, maka kristal-kristal es jatuh ke tanah. Kristal-kristal es yang jatuh ke tanah itulah dinamakan salju. Jika tidak jatuh ke tanah, kristal es tersebut meleleh dan sampai ke tanah dalam bentuk air hujan.

Contoh RPP Merawat dan Memperbaiki Kompresor Mesin Pendingin

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Program Keahlian       :           Teknik Refrigerasi dan Tata Udara

Kelas / Semester          :           X/1

Alokasi Waktu            :           18 x 45 menit

Standar Kompetensi   :           Merawat dan Memperbaiki Kompresor Mesin Pendingin

Kompetensi Dasar       :           Mempersiapkan Perawatan dan Perbaikan Peralatan

1.         Indikator                               

1.1       Kognitif

  1. Dengan mempelajari tahapan-tahapan persiapan perawatan dan perbaikan kompresor pada handout (C) siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menerapkan (B) seluruh (D)  tahapan perawatan kompresor sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
  2. Dengan memperhatikan peralatan bongkar pasang kompresor pada slide presentasi dan peralatan secara langsung (C) siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menyebutkan (B) seluruh (D) peralatan bongkar pasang kompresor.
  3. Dengan memperhatikan peralatan pemeliharaan kompresor pada slide dan peralatan secara langsung (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menyebutkan (B) tiga (D) jenis peralatan pemeliharaan kompresor.
  4. Dengan mengidentifikasi komponen utama kompresor pada trainer refrigerasi (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menunjukan (B) tiga (D) komponen utama pada kompresor.
  5. Dengan mengidentifikasi alat kontrol kompresor pada sistem pendingin pada trainer refrigerasi (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menunjukan  (B) tiga (D) alat kontrol kompresor.
  6. Dengan mengidentifikasi suara kerja dari kompresi kompresor pada trainer refrigerasi (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menunjukan (B)  satu (D) suara kerja dari kompresi kompresor.
  7. Dengan mempelajari cara pelacakan tekanan dari refrigeran dengan manifold gauge pada handout (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menjelaskan  (B) dua (D) cara melacak tekanan dari refrigeran dengan manifold gauge.
  8. Dengan mempelajari cara mengecek kelistrikan komponen kompresor dengan avo meter pada handout (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menjelaskan  (B) satu (D) cara mengecek kelistrikan komponen kompresor dengan avo meter.
  9. Dengan mempelajari cara mengecek kelistrikan alat kontrol kompresor dengan avo meter pada handout (C), siswa SMKN 1 Cimahi kelas X semester 1 (A) dapat menjelaskan  (B) satu (D) cara mengecek kelistrikan alat kontrol kompresor dengan avo meter

1.2       Psikomotor

1.        Persiapan keselamatan, kebersihan dan keselamatan kerja dilakukan dengan benar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

2.        Persiapan kerja dilakukan dengan benar. Siapkan seluruh alat dan bahan yang menunjang kegiatan.

3.        Proses kerja dilakukan dengan benar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

4.        Waktu kerja yang dilakukan sesuai dengan yang dialokasikan.

1.3       Afektif

  1. Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik.
  2. Siswa aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
  3. Siswa aktif bertanya secara logis.
  4. Siswa aktif dalam diskusi kelas.

 

2.         Materi Pembelajaran

  1. Tahapan persiapan perawatan dan perbaikan kompresor.
  2. Peralatan bongkar pasang kompresor.
  3. Peralatan pemeliharaan kompresor.
  4. Komponen utama pada  kompresor.
  5. Alat kontrol pada kompresor.
  6. Suara kerja dari kompresi kompresor.
  7. Melacak tekanan refrigeran dengan manifold gauge.
  8. Mengecek kelistrikan komponen utama kompresor dengan avo meter.
  9. Mengecek kelistrikan alat kontrol kompresor dengan avo meter.

3.       Kegiatan Pembelajaran

 A.       Kognitif

1.        Kegiatan Awal (15 menit)

1.        Berdoa sebelum proses pembelajaran dimulai.

2.        Guru mengecek kehadiran siswa.

3.        Guru membuka pembelajaran sambil memberi pengarahan dan motivasi kepada siswa, kemudian memberikan contoh barang yang biasa ditemukan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas, siswa memperhatikan dan mempersiapkan peralatan belajar.

2.        Kegiatan Inti (55 menit)

a)        Guru menunjukkan slide persentasi penjelasan peralatan pemeliharaan kompresor. Siswa diminta untuk memperhatikan slide demi slide tersebut.

b)        Guru menjelaskan fungsi dari peralatan pemeliharaan kompresor. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru.

c)        Guru memperlihatkan semua peralatan pemeliharaan kompresor secara langsung. Kemudian guru bertanya kepada siswa tentang peralatan pemeliharaan kompresor. Siswa menjawab pertanyaan guru.

d)       Guru meluruskan jawaban dari siswa kemudian menjelaskan peralatan pemeliharaan kompresor kembali. Siswa memperhatikan penjelasan guru.

3.        Kegiatan Penutup (15 menit)

a)        Guru meninjau kembali materi pembelajaran yang telah disampaikan.

b)        Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai seluruh materi pembelajaran yang telah diampaikan oleh guru.

c)        Guru memberikan penugasan kepada siswa yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang telah disampaikan.

d)       Guru memberikan pengerahan dan informasi tentang materi pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang.

e)        Berdoa untuk mengakhiri kegiatan belajar mengajar.

A.       Psikomotor  (30 menit)

1.        Persiapan kerja

a)        Guru mengingatkan siswa agar baju, sepatu, dan perlengkapan praktek dipakai siswa dengan benar.

b)        Guru mengingatkan siswa agar peralatan yang akan digunakan pada praktek kerja perawatan dan perbaikan kompresor bagian dalam disiapkan dengan benar.

c)        Guru mengingatkan siswa agar bahan praktek perawatan dan perbaikan kompresor bagian dalam dilakukan dengan benar.

2.        Proses Kerja

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian guru meminta siswa untuk melakukan kerja praktek persiapan pemeliharaan dan perbaikan kompresor  dengan langkah kerja yang telah diberikan dalam aspek kognitif. Saat proses kerja berlangsung guru melakukan pemeriksaaan ke setiap kelompok kerja dan memberikan pengarahan apabila ada siswa yang mengalami kesulitan atau  kesalahan dalam melakukan proses kerja.

3.        Sikap Kerja

  1. Guru menekankan pada siswa agar praktek dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja
  2.  Guru menekankan pada siswa agar peralatan digunakan sesuai dengan fungsinya.
  3. Guru menekankan  pada siswa  agar tata tertib dan peraturan yang berlaku di workshop dipatuhi siswa.
  4. Guru menekankan pada siswa agar proses kerja praktek perawatan dan perbaikan kompresor bagian dalam dilakukan dengan langkah kerja yang benar.

4.        Produk Kerja

Guru memberikan gambaran tentang standar hasil pekerjaaan (produk kerja) perawatan dan perbaikan kompresor bagian dalam. Standar produk kerja disini adalah siswa menguasai kemampuan untuk melakukan perawatan dan perbaikan kompresor bagian dalam dengan langkah kerja yang benar.

5.        Waktu Kerja

  1. Persiapan kerja dilakukan dalam waktu 15 menit
  2. Proses kerja dilakukan dalam waktu  60 menit
  3. Guru mengadakan evaluasi berdasarkan evaluation sheet untuk seluruh siswa. (30 menit)
  4. Membereskan dan menyimpan perlengkapan praktik. (3 menit)
  5. Guru memberikan gambaran tentang praktik yang telah dilaksanakan sesuai dengan hasil evaluasi. (5 menit)
  6. Guru mengecek ulang kehadiran siswa sambil mengumpulkan hasil praktik (6 menit)
  7. Berdo’a untuk mengakhiri praktik. (1 menit)

6.        Kegiatan Penutup

4. Alat dan Media

4.1       Alat                

Alat Pembelajaran       :           Proyektor, papan tulis, penggaris, spidol, kertas gambar,

dan perlengkapan menggambar lainnya.

Alat Praktek                :           Trainer Refrigerasi, dan Kompresor bongkar pasang.

4.2       Media

Gambar kompresor, dan  slide presentasi,

4.3       Sumber

Buku diktat (Lemari Es dan Kompresor) , dan Hand Out

5.                 Hand Out (terlampir)

 

6.                 Alat Evaluasi

Prosedur          :           Test

Bentuk test      :           Tertulis dan praktik

Alat test           :           Gambar Kompresor, penggaris, pensil gambar,  jangka dan peralatan

7.                 Lembar Soal (terlampir)

8.                 Kunci Jawaban (terampir)

9.                 Lembar Penilaian (terlampir)

 

PROFIL SINGKAT PLTP DARAJAT

Salah satu kebutuhan energi yang mungkin hampir tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan manusia pada saat ini adalah kebutuhan energi listrik. Seperti diketahui untuk memperoleh energi listrik ini melalui suatu proses yang panjang dan rumit, namun mengingat sifat dari energi listrik ini yang mudah disalurkan dan mudah dikonversikan ke dalam bentuk energi lain seperti menjadi energi cahaya, energi kalor, energi kimia, energi mekanik, suara, gambar, dan lain sebagainya. Pemanfaatan energi listrik ini secara luas telah digunakan untuk keperluan rumah tangga, komersial, instansi pemerintah, industri dan sebagainya. Karena kebutuhan manusia terhadap listrik tersebut dibangunlah pembangkit listrik.

Pembangkit listrik dapat dibedakan menjadi :

  1. Pembangkit listrik dengan sumber energi dapat diperbarui, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP), dan sebagainya.
  2. Pembangkit listrik dengan sumber energi yang tidak dapat diperbarui seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU/PLTG), dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan pembangkit yang memanfaatkan uap panas yang berasal dari perut bumi. Setidaknya ada 3 fase yang terkandung dalam uap panas dari perut bumiu tersebut yaitu : solid , cair, dan gas/ uap. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pemisah sehingga didapatkan kualitas uap yang baik. Uap yang telah mengalami proses pemisahan kemudian masuk ke dalam turbin uap, dimana uap mengalami ekspansi dan mampu menggerkan sudu-sudu turbin. Turbin uap dikopel ke generator sehingga putaran turbin akan memutar generator listik, dan dalam generator tersebut akan menghasilkan listrik.

Sejarah dan Perkembangan PT. INDONESIA POWER

Pada awal tahun 1900-an, pemerintah Indonesia mempertimbangkan perlunya deregulasi pada sektor kelistrikan. Langkah deregulasi tersebut diawali dengan berdirinya Paiton Swasta 1, yang dipertegas dengan dikeluarkanya Keputusan Presiden No. 37 Tahun 1993 tentang pemanfaatan sumber dana swasta melalui pembangkit-pembangkit listrik swasta. Kemudian pada akhir tahun 1993, Menteri Pertambangan dan energi menerbitkan kerangka dasar kebijakan (Sasaran dan Kebijakan Pengembangan Sub Sektor Ketenagalistrikan) yang merupakan pedoman jangka panjang restrukturisasi sektor tenaga listrikan.

Sebagai persiapan tahap awal, pada tahun 1994 PLN dirubah statusnya dari PERUM menjadi PERSERO. Setahun kemudian tepatnya tanggal 3 Oktober 1995, PT PLN (PERSERO) membentuk dua anak perusahaan yang tujuanya untuk memisahkan misi social dan komersial yang diemban oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Salah satu dari anak perusahaan tersebut adlah PT. Pembangkit Listrik Jawa Bali 1, atau lebih dikenal dengan nama PLN PJB 1. Anak perusahaan ini ditujukan untuk menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha-usaha lain yang terkait.

Pada tanggal 30 Oktober 2000, bertepatan dengan ulang tahunya yang kelima, manajemen perusahaan secara resmi mengumumkan perubahan nama PLN PJB 1 menjadi PT. Indonesia Power. Perubahan ini merupakan upaya untujk menyikapi persaingan yang sangat ketat dalam bisnis ketenagalistrikan dan sebagai persiapan untuk privatisasi perusahaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Walaupun sebagai perusahaan komersial di bidang pembangkitan, yang baru didirikan pada pertengahan tahun 1990-an. PT. Indonesia Power mewarisi berbagai asset berupa pembangkitan dan fasilitas pendukungnya. Pembangkit tersebut memanfaatkan teknologi modern berbasis komputer dengan menggunakan beragam energi primer seperti air, batubara, panas bumi, dan sebagainya. Namun demikian dari pembangkit listrik tersebut terdapat pula pembangkit tertua di Indonesia seperti PLTA Priangan, PLTA Ubruk, PLTA Ketenger, dan sejumlah PLTA lainya yang dibangun pada tahun 1900-an sampai sekarang masih beroperasi. Dari sini dapat dipandang bahwa secara kesejarahan pada dasaranya usia PT. Indonesia Power sama dengan keberadaan listrik di Indonesia.

PT. Indonesia Power merupakan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesaia (9040 MW) dengan delapan unit bisnis pembangkitan utama di beberapa lokasi strategis di Pulau Jawa dan Bali, yaitu : Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya, UBP Kamojang, UBO Saguling, UBP Priok, UBP Mrica, UBP Semarang, UBP Perak Granti, UBP Bali, dan Unit Bisnis yang bergerak dalam bidang jasa dan pemeliharaan yang disebut Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan (UBH).

Kiprah PT. Indonesia Power dalam pengembangan usaha penunjang di bidang pembangkitan tenaga listrik juga dilakukan dengan membantu anak perusahaan PT. Kogindo Daya Bersama (Saham 99,9%) yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan manajemen energi dengan penerapan konsep cogeneration and distributed generation. PT. Indonesia Power memiliki saham di PT. Arta Daya Coalindo sebanyak 60% yang bergerak di bidang usaha perdagangan batu bara. Aktifitas kedua anak perusahaan ini diharapkan dapat lebih menunjang peningkatan pendapatan di masa mendatang.

Sejarah Singkat PT. INDONESIA POWER UBP Kamojang Unit PLTP Darajat

Unit PLTP Darajat merupakan salah satu Unit Pembangkit Panas Bumi, unit PLTP Darajat terletak di kaki Gunung Papandayan dan lokasi Unit PLTP Darajat terletak di Kampung Cileuleuy–Desa Padawaas, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut pada ketinggian ±1750 meter diatas permukaan laut. Dengan perkiraan mengandung energi panas bumi yang setara dengan ±200 MW energi listrik dalam waktu 25 tahun.

 

CEGAH SISWA BOLOS, SEKOLAH PASANG MICROCHIPS

_

 

_

Kemajuan teknologi tidak hanya mempermudah beraktifitas maupun berkomunikasi. Di Brazil teknologi dibuat untuk mencegah siswa bolos. Caranya dengan menanam microchips di baju yang dikenakan siswa. Hal ini dilakukan di bagian timur kota Vitoria da Conquista, Brazil. Sebanyak 20 ribu siswa seragamnya ditanam microchips anti bolos.

Cara kerja microchips yang ditanam di lengan baju siswa atau di bawah emblem (lambang) sekolah adalah, ketika siswa melintasi pintu yang sudah dipasang sensor, microchips akan mengirimkan sms kepada orangtua tentang kehadiran siswa tersebut di sekolah. Untuk alat pemantau kedisiplinan siswa ini, pemerintah setempat telah menginvestasikan dana sebesar US$700,000 atau sekitar Rp 6,4 milliar. (KF-Mrg/5/BBC)

SUHU MERKURIUS 400 DERAJAT CELCIUS NAMUN DIDUGA MEMILIKI AREA ES

Sekalipun Merkurius merupakan planet terdekat dari matahari dengan temperatur mencapai 400 derajat celcius, namun penelitian terbaru mengungkapkan bahwa planet yang disebut Hermes pada metologi Yunani itu, mungkin memiliki air dalam bentuk es. Hal tersebut didapat dari pengamatan dengan gelombang radio yang dilakukan di observatorium Arecibo di Puerto Rico menunjukkan adanya area kutub Merkurius -nama dewa bangsa Romawi itu, memiliki warna terang. Menurut Nancy Chabot, ilmuwan dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, pengamatan dengan kamera Mercury Dual Imaging System (MDIS) di wahana antaraiksa Messenger memperlihatkan bahwa warna terang itu ada di area bayangan permanen di kutub selatan planet dengan sebutan ‘Bintang Air’ oleh bangsa Cina, Vietnam, Korea dan Jepang, serta di kutub utaranya juga terdapat hanya di area bayangan. Hasil ini mendukung hipotesis adanya es. “Dugaan ini tentu masih perlu diuji. Ada kemungkinan juga bahwa fitur terang yang didapatkan merupakan senyawa lain. Penelitian masih harus dilakukan terus,” ungkap Nancy. (KF-Vey/1/17/space.com)

sumber : http://www.facebook.com/Koran.Fesbuk

Cuaca Dingin Eropa Telan 164 Jiwa, Banyak Gelandangan Mati Membeku

Kiev – Korban jiwa akibat suhu dingin ekstrem yang menerjang Eropa terus bertambah. Sejauh ini sudah 164 orang dilaporkan tewas, tersebar di beberapa tempat mulai dari Ukraina hingga Italia. Banyak gelandangan yang mati membeku di jalanan.

Banyak akses ke wilayah desa-desa di Timur Eropa terputus. Masyarakat pun terisolasi. Sementara jalan, jaringan udara dan kereta api juga terputus. Konsumsi gas pun terus mengalami lonjakan di beberapa daerah selama musim dingin terberat dalam dekade terakhir ini.

Di Ukraina, puluhan ribu orang pindah ke tempat penampungan untuk menghindari kedinginan. Kementerian Bencana Ukraina mengatakan 63 orang tewas akibat cuaca ekstrim ini. Kebanyakan dari mereka mati membeku di jalan-jalan dan beberapa orang lainnya mengalami hipotermia.

Sembilan orang tewas di wilayah selatan Polandia saat suhu udara mencapai titik minus 32 derajat Celcius. Total 29 orang meninggal sejak cuaca dingin dimulai pada pekan lalu. Otoritas cuaca di London, Inggris, memperingatkan cuaca dingin akan terus berlanjut di banyak daerah.

Badan ini menyebutkan hujan salju diperkirakan akan turun di wilayah Kiev, Ukraina pada Jumat malam waktu setempat. Badan Inggris tersebut juga meramalkan suhu minus 10 derajat Celcius akan terjadi di Berlin, Jerman. Salju juga diperkirakan akan turun di berbagai wilayah di Inggris pada akhir pekan ini.

Organisasi Palang Merah Internasional (IFRC) dan Bulan Sabit Merah mengingatkan bahwa para gelandangan paling berisiko atas cuaca dingin ekstrem di Eropa.

“Para gelandangan yang terperangkap tidak siap. Mereka tidak mengikuti perkembangan lebih jauh tentang prakiraan cuaca dan sangat rentan,” kata perwakilan IFRC untuk Belarusia dan Ukrania, Zlatko Kovac seperti dilansir AFP, Jumat (3/2/2012). Bulan Sabit Merah menolong dengan memberikan makanan hangat, baju hangat dan jaket.

Di beberapa negara Eropa lainnya, seperti di Rumania, Kementerian Kesehatan menyatakan, delapan orang meninggal semalam. Total keseluruhan korban jiwa di negara itu mencapai 22 orang. Beberapa sekolah di negara itu pun ditutup. Di Bulgaria, media melaporkan 10 orang tewas.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2012/02/03/133404/1833428/1148/cuaca-dingin-eropa-telan-164-jiwa-banyak-gelandangan-mati-membeku

Menghitung kapasitas AC

Istilah umum yang ada bila kita membahas AC adalah PK. Mungkin pengertian PK sendiri masih belum diketahui bagi banyak orang. PK merupakan singkatan dari Paard Kracht (Daya Kuda). Ini adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan BTU/h (British Thermal Unit per hour). BTU inilah yang menentukan tingkat kesejukan udara yang dihasilkan. Memang, untuk menghasilkan BTU yang besar memerlukan PK yang besar pula. Itulah sebabnya tingkat dingin yang dihasilkan oleh AC sering ditentukan berdasarkan PK nya.

Bagaimana menentukan PK yang sesuai bagi ruangan kita? Untuk menjawabnya, kita dapat menggunakan rumus berikut:[Panjang Ruangan (m) x Lebar Ruangan (m) x Tinggi Ruangan/3 (m)] x 500

Lalu cocokkan dengan pembagian berikut:

AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Soal :
Ruangan kamar berukuran panjang 5 m, lebar 3 dan tinggi standar 3 m. Maka hasil perkaliannya menjadi
[5 x 3 x 3]/3 x 500 = 7500. Maka setelah dicocokkan dengan spoiler diatas, angka tersebut berada diantara 7000 dan 9000, jadi dapat digunakan AC dengan ¾ PK atau 1 PK.

Sebagai saran, sebaiknya digunakan AC berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat menyesuaikan dengan ukuran ruangan.
Selain itu juga diperhatikan tata letak AC dan faktor-faktor lainnya.
Agar AC memberikan hasil yang maksimal dalam menyediakan udara yang segar berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tips:
1.Sesuaikan ukuran ruangan dengan kapasitas AC.
2.Jangan diletakkan tepat di depan pintu, karena udara akan lebih mudah keluar ke ruangan lain.
3.Jangan letakkan AC terlalu dekat dengan atap. AC mengambil udara dari atas, maka bila terlalu dekat dengan plafon, ruang yang sempit menyebabkan udara yang masuk tidak maksimal.
4.Cuci filter AC 1 bulan sekali.
5.Lakukan pencucian evaporator AC 3 bulan sekali.

Menghitung perkiraan kapasitas AC

Menghitung kapasitas AC

Rumusnya:

(L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan BTU

L = Panjang Ruang (dalam feet)
W = Lebar Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Beri nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; Beri nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

1 Meter = 3,28 Feet

Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Perhitungan:
Ruang berukuran 5m x 5m atau (16 kaki x 16 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) berinsulasi (berhimpit dg ruangan lain), dinding panjang menghadap ke timur.
Kebutuhan BTU = (16 x 16 x 10 x 10 x 17) / 60 = 7.253 BTU alias cukup dengan AC ¾ PK.

Sumber : http://www.globalindoprima.com/tips-trik/cara-menghitung-kebutuhan-kapasitas-ac-ruangan

TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDATA

Teknik Pendingin/Refrigerasi dan Tata Udara adalah dua disiplin ilmu yang saling terkait serta berhubungan dengan sejumlah disiplin ilmu yang lainnya, seperti Teknik Mesin, Teknik Listrik, Teknik Sipil & Arsitektur, Teknologi Makanan & Kesehatan, Teknik Fisika, Teknik Kimia.

Sistem Refrigerasi tidak hanya digunakan di rumah tangga seperti kulkas, namun juga pada kegiatan komersial seperti di pasar swalayan, restoran, gudang, hotel, untuk pengawetan/pendinginan makanan, pendinginan minuman dll. Disamping itu juga untuk kegiatan transportasi darat-laut dan udara, serta digunakan di industri-industri, misalnya:

* Industri Kimia
* Industri Susu
* Pabrik Es
* Industri Gas
* Industri Agro (Pertanian, Perkebunan, Peternakan)
* Industri Perikanan/Kelautan dan lain-lain

Sedangkan Sistem Tata Udara tidak hanya mencakup bidang kenyamanan saja, baik di rumah tangga seperti AC split dan AC window, tapi juga digunakan di apartemen, perkantoran, perbankan, rumah makan/cafe, perhotelan, gedung pertemuan, konvensi, mall, airport, rumah-rumah sakit untuk ruang operasi, dll. Disamping itu, sistem ini digunakan di industri-industri, misalnya untuk Proses Kimia Steril, Clean Room, Produksi Microchip, Gudang Penyimpanan, serta untuk Transportasi Darat-Laut dan Udara.